Lionel Messi Dewa Sepakbola Setara Maradona dan Pele

Fabio Capello menyebut Lionel Messi yaitu pemain yang genius. Pria asal Italia hal yang demikian merasa Bandar Bola Indonesia berimbang dengan Diego Maradona dan Pele.

Messi kembali menunjukkan maginya ketika Barcelona menaklukkan Livepool 3-0, Kamis (2/5/2019) dinihari WIB pada leg pertama semifinal Liga Champions. Dalam perlombaan di Stadion Camp Nou hal yang demikian, ia berhasil mencetak dua gol.

Salah satu gol bahkan berhasil ia ciptakan lewat sepakan bebas cantik yang mengarah ke pojok kanan gawang Alisson. Dua golnya ke gawang Liverpool ini juga membuat Messi sekarang sudah mengemas 600 gol bersama Barcelona.

Kegemilangan Messi hal yang demikian membuat Capello menebar kebanggaan terhadap pemain 31 tahun hal yang demikian. Capello mengatakan kapten Barcelona ini yaitu pemain genius yang selevel dengan Maradona dan Pele.

Pelatih asal Italia ini juga menyatakan sudah memandang talenta besar Messi sejak sang pemain berusia 16 tahun.

“Selama hampir 85 menit mungkin ia tidak menunjukkan hal-hal besar, tetapi kemudian ia memberikan perlombaan untukmu. Bagiku ia jenius, yang lain cuma pemain hebat. Messi seperti Maradona dan Pele yang mampu menerangi stadion,” ujar Capello seperti dikutip dari Calciomercato.

“Dikala ia berusia 16 tahun, ia sudah menunjukan kilaunya kala berlaga di Gamper Trophy ketika aku melatih Juventus. Mereka sudah berkeinginan melepasnya ke tim Serie B, tetapi kemudian menentukan untuk mempertahankannya sesudah ia menunjukkan kualitasnya,” tuturnya menambahkan.

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino meminta terhadap penggawanya untuk punya cita-cita seperti Lionel Messi kalau berkeinginan mewujudkan cita-cita lolos ke final Liga Champions.

Messi menginspirasi kemenangan Barcelona 3-0 atas Liverpool dalam duel leg pertama semi-final dengan torehan sepasang gol, yang membuatnya sekarang resmi mengoleksi sempurna 600 gol bersama raksasa La Liga Spanyol.

Di sisi lain, Spurs justru takluk 1-0 ketika menjamu Ajax pada fase yang sama. Pochettino menyebut kekalahan hal yang demikian disebabkan karena si kecil asuhnya tidak menunjukkan gairah yang pas dalam 20 menit awal.

Jika Tottenham mampu membalikkan keadaan lawan Ajax dalam leg kedua, karenanya potensi untuk berjumpa Barcelona di final terbuka lebar dengan asumsi mereka mempertahankan keungulan agregat atas Liverpool.

“Apa yang bisa aku katakan seputar Messi lebih dari orang-orang yang sudah katakan? Dia yaitu salah satu dewa sepakbola,” puji Pochettino.

“Hasrat dan kapasitasnya sulit diandalkan untuk bisa bertarung mengaplikasikan atau tanpa bola di kakinya.”

“Tentu saja, kalau kami bermain sepertinya karenanya kami punya kans [lolos ke final]. Tapi tidak melakukan seperti yang dijalankannya dengan bola, tetapi sepertinya tanpa bola.”

“Jika kami bermain sepertinya tanpa bola, menunjukkan cita-cita yang seperti ditampilkannya kemarin, tentu kami punya kans. Jika tidak, karenanya tidak ada kans,” lanjut juru latih asal Argentina itu.

“Itu pokok kuncinya dan amat menyakitkan, di semi-final lain ketika Anda memandang gairah dan motivasi Messi dan berkata, ‘Mengapa kami tidak bermotivasi sama seperti itu?'”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *